SHARE
IIMS 2017

Liputanaktual.com – Ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2017 itu tidak hanya didominasi oleh pabrikan asal Jepang, Eropa atau Amerika Serikat. Sebab, dalam pameran otomotif tersebut hadir juga produsen mobil lokal, PT Fin Komodo Teknologi.
PT Fin Komodo Teknologi (FKT) perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang rekayasa & teknologi untuk kesekian kalinya ikut serta serta dalam ajang Indonesia International Motor Show 2017 (IIMS).

Pada kesempatan ini FKN mempersembahkan produk terbarunya ialah offroad utility vehicle Fin Komodo KD 250 X. Mobil ini tampil perdana di IIMS setelah melakukan sedikit perombakan dari versi kendaraan yang diterapkan oleh TNI.

“Insipirasi mulanya kan kita punya contoh militer telah disuplai. Itu sudah banyak yang ingin beli tapi kami tidak bisa jual sebab itu sudah kerja sama khusus dengan TNI. Jadi terinsiprasi itu kami buat yang mirip,” ujar Dewa Yuniardi, Marketing FKT di ajang IIMS 2017, JIExpo, Kemayoran, Jakarta.

Adapun perombakan yang dilakukan adalah dari sisi dimensinya. Jika dibandingkan dengan mobil khusus TNI, KD 250 X tampak lebih lebar dan tinggi. Kemudian lampu utama, sein, dan desain dashboard diganti.

“Ini kesannya jadi lebih garang dan besar, mirip TNI punya. Perubahan ini diharapkan dapat menajawab konsumen yang ingin beli model itu,” terang dia.

“Ini mobil offroad jadi tidak digunakan disarankan untuk jalan raya. Dan lebih banyak digunakan untuk mobilitas perkebunan, pertambangan, liburan, juga berberapa keperluan tambang-tambang minyak dan batubara juga,” imbuhnya”.

Khusus IIMS, FKT memberikan diskon sebesar Rp5 juta. Pembelian hanya bisa dilakukan secara cash tidak bisa kredit, sebab perusahaan pembiayaan hanya melayani konsumen yang ingin membeli kendaraan dengan surat-surat lengkap.

Untuk Dapur pacu, mobil ini tetap sama yaitu mengusung mesin 4-{tidak|tak}, 250 cc, pendingin cair, yang mampu menghasilkan energy sampai 14 Tk pada 750 rpm, dengan torsi 17,6 Nm pada 5.500 rpm.

Dilengkapi dengan transmisi CVT, mobil ini dibanderol sekitar Rp 99 juta. Karena untuk keperluan offroad, seperti di perkebunan, pertambangan, pertanian, mobil ini dipasarkan off the road alias tanpa surat-surat tidak seperti kendaraan pada biasanya.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY